Selasa, 09 April 2013
tugas softskill 2
METODE OPERASI RITEL
1. RITEL DALAM BENTUK TOKO
Fungsi Retail
Ritel merupakan tahap akhir proses distribusi dengan dilakukannya pnjualan langsung pada konsumen akhir. Dimana bisnis retail berfungsi sebagai perantara antara distributor dengan konsumen akhir, Retailer berperan sebagai penghimpun barang, took retail sebagai sebaga temat rujukan. Ritail berperan sebagai penentu eksistensi barang dari manufacture di pasar konsumsi.
KARAKTERISTIK DAN TIPOLOGI
1. Karakteristik
• Small Enough Quantity (Partai kecil,dalam jumlah secukupnya untk dikonsumsi sendiri dalam periode tertentu)
• Impulse buying (kondisi yang tercipta dari ketersediaan barang dalam jumlah dan jenis yang sangat variatif sehingga menimbulkan banyak pilihan untuk konsumen)
• Store Condition ( KOndisi lingkungan dan interior dalam toko)
2. Tipe Bisnis Retail Klasifikasi retail berdasarkan :
Kepemilikan ( Owner ):
• Single-Store Retailer (tipe yang paling banyak jumlahnya dengan ukuran toko umumnya dibawah 100 m²)
• Rantai Toko Retail (toko retail dengan banyak cabang dan dimiliki oleh institusi perseroan)
• Toko Waralaba (toko yang dibangun berdasarkan kontrak kerja sama waralaba antara terwaralaba dengan pewaralaba)
Merchandise Category:
• Specialty Store/ Toko Khas (Menjual satu jenis kategori barang yang relative sedikit/ sempit)
• Grocery Store/ Toko Serba Ada (menjual barang groceries (sehari-hari))
• Departement Store (menjual sebagian besar bukan kebutuhan pokok, fashionable, bermerek, dengan 80% pola konyinyasi)
• Hyperstore(menjual barang dalam rentang kategori barang yang sangat luas)
Luas Sales Area :
• Small Store/kiosk (kios kecil yang umumnya merupakan toko retail tradisional, dioperasikan sebagai usaha kecil dengan sales kurang dari 100 m²)
• Minimarket (dioperasikan dengan luasan sales area antara 100-1000 m²)
• Supermarket (dioperasikan dengan luasan sales area antara 1000-5000 m²)
• Hypermarket (dioperasikan dengan luasan sales area antara lebih dari 5000 m²)
Non-Store Retailer :
• Multi-Level-Marketing (MLM) : Model penjualan barang secara langsung dengan system komisi penjualan berperingkat berdasarkan status keanggotaan dalam distribution lines
• Mail & Phone Order Retailer ( Toko pesan antar ) : perusahaan yang melakukan penjualan berdasarkan pesanan melalui surat atau telepon
• Internet/ Online Store (e-Commerce) : Toko Retail di dunia maya yang mengadopsikan internet ke dalam bentuk online retailing
2. RITEL DALAM BENTUK BUKAN TOKO
Untuk menemukan pola-pola bisnis ritel secara e-commerce ( Amir Hartman dalam bukunya “Net-Ready” (Hartman, 2000) secara lebih terperinci lagi mendefinisikan E-Commerce sebagai “suatu jenis dari mekanisme bisnis secara elektronis yang memfokuskan diri pada transaksi bisnis berbasis individu dengan menggunakan internet sebagai medium pertukaran barang atau jasa baik antara dua buah institusi (B-to-B) maupun antar institusi dan konsumen langsung (B-to-C)”. ), tentu saja harus Mempelajari transformasi dari pola-pola penjualan retail secara fisik.
Permasalahan inti dalam perdagangan retail mempunyai 4 elemen
1. Mendapatkan product yang tepat,
2. harga yang tepat,
3. waktu yang tepat
4. Tempat yang tepat
Ada 4 pengacau dalam retail bisnis menurut Joseph L.Bower dan Clayton M Pengacau pertama datang dalam bentuk Departmen Stores.
Kelebihan Department stores dibanding retail biasa adalah kecepatan perputaran barang dan mampu menampilkan jumlah product yang sangat banyak dalam 1 store mereka. Department Store rata memperoleh keuntungan 40 % setiap kali perputaran barangnya ( rata-rata 3 kali setahun),jadi mereka bisa memperoleh keuntngan 120 %/thn. Pengacau kedua adalah Toko pemberi diskon Hampir sama dengan Toko pemberi Diskon mereka bisa memberikan diskon s/d 23%/thn dan bisa sampai 5 kali perputaran / tahunnya. Bisnis retail melalui internet belum bisa diukur secara signifikan, tetapi Amazon.com mampu mendapat marjin 5%/tahun dengan perputaran barang sebanyak 25 kali / tahun, hampir sebanding dengan marjin dari bisnis retail secara fisik dengan Department stores dan Toko pemberi diskon. Toko pemberi diskon pada akhirnya akan melawan sesama toko pemberi diskon yang lain, karena toko retail biasa sudah bukan menjadi lawan mereka. Pengacau ketiga datang dalam bentuk Bisnis ritel dalam bentuk Katalog Sasarannya adalah konsumen yang berada di kedalaman pemukiman, ini juga yang disebut oleh “Richard sears” sebagai rumah perbekalan paling murah didunia , dan mengkompensasikan kekurangan pelayanan pribadi dengan jaminan uang kembali. Katalog adalah dasar dari toserba online yang ada saat ini. Pengacau Keempat dan terbesar yang sedang berlangsung saat ini adalah Online retail seperti yang dilakukan pelaku bisnis online karena sama mendasarnya dengan tiga kekacauan sebelumnya. Dari 3 pengacau sebelumnya Peretail Internet mampu mengemban 4 tugas besar semua pelaku retail sebelumnya, yaitu : Product, tempat, harga dan waktu. Poduct ? semua product bagus dan baik dapat ditampilkan disitu Tempat ? Web adalah toko yang sangat baik dan tidak ada satupun toko konvensional dapat menandinginya. Harga ? Online retail adalah surga bagi Konsumen karena penawaran yang sangat fleksibel tiada banding, dengan hanya marjin 5% saja Amazon.com dapat memutar barangnya sebanyak 25 Kali /tahun. Waktu ? Dengan Toko retail online berupa web, toko bisa buka 24 jam penuh 7 hari setiap waktu tanpa perlu ada yang menjaga, sehingga transaksi dapat dilakukan anytime , anywhere. Seiring waktu bisnis retail online mulai merubah strateginya dari generalis
( konsep department store ) ke Spesialis, yaitu dengan hanya menawarkan product2 tertentu, misalnya : sebuah web hanya menjual Buku ( online book stores ) dll. Akhir dari Resume ini adalah bahwa bisnis retail konvensional dengan retail internet tetap harus berhubungan, karena dalam kenyataannya bahwa seseorang yang membutuhkan sesuatu barang dengan cepat pasti akan menuju mobilnya tanpa menuju komputernya.
3. Ritel waralaba
Selamat Datang Waralaba Ritel Point dari BannerStore. ini hanya salah satu alat bantu kami untuk memberikan penjelasan pada Anda peluang bisnis waralaba / franchise dari TIENSHI. Omset RITEL Indonesia data 2008 mencapai 70Trilyun rupiah. Kenapa tidak, kita bisa ikut andil menikmati omset tersebut di tahun 2009 dan seterusnya. Diprediksi tahun 2009 omset ritel Indonesia akan naik 5 - 10%. Tianshi Indonesia 8 tahun telah memiliki 8.000.000 distributor (baca: tenaga marketing). Kenapa tidak, kita bisa tambah penghasilan dengan memanfaatkan potensi tersebut melalui waralaba TIENSHI. Ya, terbuka untuk siapapun yang BUKAN distributor TIENS. Banner Point adalah SISTEM RITEL yang menyediakan jasa distribusi & administrasi dalam bentuk TANPA TOKO (non-store format) dengan basis konsumen PELANGGAN. Konsep utama Banner Point adalah pendistribusian elemen-elemen bisnis ritel (finansial, logistik, pemasaran, penjualan, dan pelayanan) lewat jaringan yang berkembang secara mandiri sehingga menghasilkan operasi ritel yang efisien dan efektif. Karena sifat alamiah jaringan, sistem terintegrasi ini SANGAT MUDAH DIKEMBANGKAN (highly scalable) – baik secara perluasan basis pelanggan maupun intensifikasi jumlah penjualan – dan dapat dikelola dengan mudah menggunakan sistem TEKNOLOGI INFORMASI terkini dan peran serta sistem pendukung (SUPPORT SYSTEM) yang mapan dan lengkap. Target konsumen Banner Point adalah konsumen pelanggan bukan konsumen pengunjung dimana calon pelanggan tetapnya sudah ada 8 juta (distributor tianshi) tersebar diseluruh indonesia ditambah lagi dari konsumen umum yang ingin memanfaatkan layanan dari Banner Point itu sendiri. Segera manfaatkan peluangnya dan bergabunglah bersama kami untuk meraih kesuksesan di bisnis ritel.
Waralaba
Peraturan Pemerintah Tentang Waralaba
Tips memilih Waralaba yang Baik dan Menguntungkan
Mungkin selama ini anda berfikir bahwa membeli sebuah franchise pasti selalu menguntungkan. Karena dalam sistem franchise atau waralaba, resiko sudah diminimalisir sedemikian hingga oleh pihak franchise (disebut franchisor). Pemikiran demikian memang ada benarnya, walau tidak selalu benar dalam praktek dan kenyataannya. Mengapa resiko kegagalan usaha membeli waralaba lebih kecil daripada membuka usaha sendiri? hal ini dikarenakan jika seorang memulai sebuah bisnis sendiri dengan metode “Trial and Eror“, kemungkinan gagalnya sangat besar, apalagi tidak ada rekan atau saudara yang membimbingnya dalam usaha yang baru dirintisnya tersebut. Sedangkan kalau membeli waralaba, resiko kegagalan dapat diperkecil, karena perusahaan pewaralaba (franchisor) sudah menyediakan segala sesuatunya untuk mendukung investor (terwaralaba/ franchisee), termasuk survey, metode marketing dan promosi, perizinan, bahan baku, manajemen, standar kerja/ SOP, desain interior dan lain sebagainya.
Menurut John Naisbit dalam bukunya yang berjudul Megatrends, mengatakan bahwa waralaba adalah konsep marketing yang paling sukses dalam sejarah umat manusia. Menurutnya, di USA, setiap 8 menit, lahir satu oulet waralaba. Konsep waralaba ini kemudian merambah sampai ke Indonesia, dimana 10 tahun terakhir ini banyak bermunculan pebisnis yang menawarkan konsep waralaba kepada masyarakat (calon investor). Konsep baru ini menjadi topik hangat dikalangan dunia usaha dan media bisnis. Akibatnya, semakin banyak orang yang tertarik untuk menamkan uangnya dengan membeli waralaba atau sekedar lisensi bisnis atau paling tidak mengetahui lebih detail bagaimana sistem waralaba itu sebenarnya, hal ini dapat dilihat dari ‘laris manisnya‘ buku-buku yang mengupas masalah waralaba atau franchise dan tingginya minat pengunjung di acara pameran franchise.
Namun yang perlu diketahui, bahwa ternyata tingkat kesuksesan waralaba di indonesia hanya mencapai 60% saja, sedangkan di negei asalnya, Amerika mencapai 90%. Selain itu, menurut Amir Karamoy, Ketua Waralaba dan Lisensi Indonesia yang juga pemilik Konsultan AK & Partners, menyatakan bahwa terjadi perbedaan tingkat kegagalan yang sangat mencolok antara waralaba lokal dibanding waralaba asing. Tingkat kegagalan waralaba lokal berkisar antara 50-60%, sedangkan tingkat kegagalan waralaba asing di Indonesia hanya berkisar 2% – 3 % saja.
Mengapa waralaba lokal banyak yang berguguran? Kegagalan dalam sebuah bisnis waralaba bisa dari faktor franchisor-nya atau dari franchisee-nya (investor) atau faktor akumulasi dari kedua belah pihak. Untuk sisi franchisor, kadang karena bisnis yang dia tawarkan belum terbukti menguntungkan, tapi sudah berani menawarkan konsep waralaba kepada calon investor. Coba lihat di media cetak, banyak sekali iklan-iklan yang menawarkan konsep kerja sama dalam bentuk “waralaba”, padahal belum tentu bisnisnya sudah dapat dikatagorikan sebagai “waralaba/ franchise”, bisa jadi hanya sekedar dalam bentuk “Pola Kemitraan/ Business Opportunity (BO)” atau hanya sekedar penggunaan nama merek alias lisensi.
Dari berita-berita yang beredar, ternyata memang banyak yang sukses dengan membeli franchise, artinya bisnis waralaba yang dibeli berjalan sesuai dengan harapan, dimana target penjualan sampai masa Break Event Point (BEP) dan sampai ROI (Return On Investment) alias “balik Modal” dapat terlampaui, dan akhirnya bisnis itu ibarat pohon uang, tinggal memetik keuntungan dari investasi awal.
Namun, ternyata tidak sedikit juga para investor yang membeli waralaba mengalami kerugian ditengah usahanya. Memang berita-berita kerugian para terwaralaba ini jarang terpublikasi di media. Jika anda jeli, di koran-koran atau majalah, sudah sering seorang franchisee memasang iklan untuk menjual semua peralatan dan sistem waralabanya, dengan berbagai alasan. Kalau dipikir-pikir secara logika, sebuah bisnis itu ibarat pohon uang bagi si-empunya-nya (jika menguntungkan tentunya), jika sebuah bisnis di jual, pasti ada “kenapa-kenapa” sehingga dijual. Kemungkinan besar adalah usaha dengan sistem franchise yang dijual tersebut ternyata tidak menghasilkan keuntungan atau usaha franchise yang dibeli tersebut “tidak laris manis” dan tidak mencapai target penjualan, sehingga si franchisee “nombok” melulu dalam operasional bisnisnya.
Contoh diatas, mungkin hanya salah satu, kita juga mungkin sering melihat sebuah gerai waralaba yang tutup, apakah yang berbisnis di bidang resto, salon, kedai burger, toko buku, laundry, ritel, hingga lembaga pendidikan, dari yang berskala besar hingga kecil, dari yang mampu bertahan dalam beberapa tahun hingga yang beroperasi hanya dalam hitungan bulan. Namun seperti bunyi pepatah, bisnis franchise ini patah tumbuh hilang berganti, selalu muncul franchisor dan franchisee baru.
Beberapa faktor penyebab kegagalan waralaba yang paling utama adalah kegagalan meraih target penjualan yang memadai, hal ini biasanya karena tempat usaha yang kurang strategis. Faktor-faktor lainnya antara lain adalah kurangnya support dari penjual franchise kepada franchisee misalnya dalam dukungan promosi, manajemen dan lain-lain sehingga terkesan franchisee berjalan sendirian, dan ada juga yang mengatakan karena naiknya harga bahan baku dan inflasi yang berimbas pada lemahnya daya beli masyarakat secara umum. Selain itu, faktor yang tak kalah pentingnya adalah “mindset” franshisee/ pembeli waralaba yang berfikir bahwa membeli waralaba itu artinya tinggal terima untung saja dan “terlalu mengharapkan” franchisor yang bekerja, atau telalu berharap pada sistem yang bekerja. Padahal seharusnya franchisee itu juga ikut kerja keras memajukan garainya, dan mengawasi sistem apakah sudah berjalan dengan baik atau tidak. Apalagi jika bisnis yang dimasuki adalah bisis makanan yang itemnya banyak dan sangat perlu diatur manajemen logistiknya, mengingat makanan hanya tahan beberapa hari sebelum rusak. Jadi jangan sampai terbuang percuma.
Saat ini, yang paling ramai bisnis yang di-franchise-kan adalah dibidang bisnis makanan, maklumlah, karena makanan adalah merupakan kebutuhan paling pokok manusia, dan semua manusia perlu makan. Oleh karena itulah bermunculan franchise yang bergerak dibidang makanan ini, seperti yang berasal dari luar negeri antara lain : McDonnald, KFC, Dunkin Donuts, dan lain-lain. Sedangkan yang dari lokal antara lain : RedCrispy, Andrew Crepes, Bakmi Raos dan lain-lainnya. Selain franchise yang produknya berupa makanan, juga ada franchise yang produknya berupa non makanan dan jasa, misalnya dibidang pendidikan, pengantaran barang, salon, busana dan lain-lain.
Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli waralaba:
- Apakah Waralaba memang pas untuk anda? setiap tahunnya semakin banyak orang yang bermimpi keluar dari rutinitas 8 pagi – 5 sore dan memiliki sebuah sistem bisnis sendiri (baik self employed atau business owner). Meski begitu namanya membangun bisnis bisa menjadi proses menakutkan. Membangun bisnis dapat dikatakan suatu hal yang memerlukan konsentrasi, fokus dan persistensi yang tinggi.
- Waralaba sering dilihat sebagai bisnis yang lebih kecil risikonya. Waralaba memberikan peluang Anda membuka bisnis sendiri dengan dukungan dan back up dari perawalaba. Namun waralaba tidak selalu cocok bagi semua orang.
- Apakah waralaba merupakan pilihan menarik bagi anda? Waralaba adalah sebuah pilihan yang menarik bagi pebisnis pemula, karena waralaba memungkinkan anda menanamkan uang dalam sebuah sistem yang sudah mapan, telah dicoba dan teruji, dan terbukti keberhasilannya. Namun bagi pebisnis yang sudah malang melintang di dunia wirausaha, mungkin tawaran waralaba sudah tidak begitu menarik lagi.
- Waralaba bukan garansi sukses. Seperti disinggung di bagian atas, apalagi di Indonesia, tingkat kegagalan waralaba masih cukup tinggi, namun demikian sebagai investor waralaba anda akan mendapatkan bantuan dari pewaralaba. Meski demikian Anda tetap perlu memotivasi diri, memiliki gerak dan komitmen kerja keras untuk membangun bisnis yang sukses. Waralaba bukanlah garansi kesuksesan. Meskipun satu tingkatan keberhasilan sudah tercapai, diperlukan kerja keras agar bisa mempertahankan profitabilitas.
- Jika anda memutuskan langsung terjun ke bisnis, persiapkan mental dengan matang, karena ada perbedaan suasana antara “ketidakpastian” di dunia bisnis dan ‘zona nyaman’ di dunia karyawan dengan gaji bulanan yang pasti dan rutin.
- Macam-macam tingkat investasi di dunia waralaba bermacam-macam. Sesuaikan pilihan dengan kemampuan keuangan anda, jangan melebihi kemampuan. Biasanya franchisor akan memberikan informasi seputar kinerja franchisee lainnya sebagai gambaran. Namun, tentu saja ini bukan garansi bagi kesuksesan. Anda perlu meneliti sendiri bisnis yang potensial di sekitar Anda dan bila perlu mencari bantuan profesional dalam membuat proyeksi keuangan. Kalau bisa bicaralah dengan franchisee lain yang membeli waralaba tersebut, bagaimana sistemnya, supportnya, proyeksi keuangannya, potensinya, dll.
Beberapa pertimbangan dalam memilih / membeli franchise atau waralaba antara lain:
1. Apakah merek-nya sudah terkenal dan memiliki image positif di pasar. Karena, membeli franchise bukan hanya sekedar membeli sistem, tetapi merek. Seandainya mereknya belum terkenal, sulit bagi kita untuk memperoleh omzet maksimal karena pasar belum aware terhadap merek franchise tersebut. Selain merek, juga produk dan sistem. Apakah produknya “mumpuni“, kalau produknya berupa makanan, apakah enak, apakah unik, apakah mudah dibuat atau tidak, apakah ada resep rahasia sehingga sulit di tiru pesaing.
2. Siapa di belakang layar. Nah ini juga perlu kita cari tahu, siapa pengembang dibalik nama franchise yang di jual tersbut. Hal ini ibarat kita membeli rumah/ apartemen, tentu kita juga harus melihat kredibilitas pengembang perumahan yang dijual. demikian juga dengan membeli waralaba, jika perlu juga cari informasi tentang pemilik/ pengembang franchise tersebut. Apakah franchisor yang kita minati merupakan perusahaan yang sukses dan kuat, Franchisor wajib memberikan laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik kepada calon pembeli hak waralabanya. Laporan tersebut dapat membrikan informasi keadaan keuangan perusahaan tersebut untuk periode 3 tahun.
3. Tempat. Tempat usaha yang kita pilih mutlak harus staretegis, ramai dan mudah diakses dari mana saja, tempat parkir harus luas. JIka anda melihat tempat usaha McDonnald, kebanyakan berada di tempat yang paling strategis, di belahan dunia manapun, diperempatan jalan, pokoknya tempatnya paling strategis. Maknya tak salah jika ada yang mengatakan bahwa bisnis mereka bukan burger, tetapi properti.
4. Lakukan riset secara umum tentang waralaba yang di incar. Pastikan anda melihat peluang di bidang bisnis yang akan dijalankan. Cari tahu sebanyak mungkin informasi tentang waralaba yang diminati. Misalnya mencari tahu bagaimana tingkat penjualan, sistem support, kelemahan dan kelebihan waralaba tersebut dari franchisee lain yang sudah terlebih dahulu membeli dan menjalankan waralaba tersebut. pastikan waralaba tersebut memiliki bimbingan berkelanjutan dalam pengelolaan merek, pengawasan mutu, manajemen kepegawaian, bimbingan administrasi dan petunjuk teknis lainnya. Seringlah hadir dalam seminar dan pameran franchise untuk mendapatkan sebanyak mungkin informasi dan perbandingan terbaik.
5. Pilihlah waralaba yang sesuai dengan hasrat dan minat anda, dan anda yakin waralaba tersebut akan menguntungkan dalam jangka panjang. Hindari memilih waralaba karena faktor “trend” semata-mata.
6. Pilihlah waralaba yang sesuai dengan modal anda. Beberapa bisnis waralaba ada yang mengalami kegagalan ditengah jalan karena kekurangan modal. Oleh karena itu, untuk meningkatkan peluang keberhasilan, lebih baik untuk memiliki modal labih dari yang disyaratkan franchisor. Disarankan untuk memiliki cadangan dana untuk modal kerja 6 bulan sampai 1 tahun ke depan.
7. Mungkin anda perlu meminta nasihat dari profesional (konsultan waralaba) untuk mendampingi anda.
BAB 6
1. PASAR POTENSIAL RITEL
Sebuah industri ritel melihat potensi pasarnya, atau bisa juga hal ini dijadikan cara mencari lokasi untuk industri ritel dan faktor-faktor apa saja yg menjadi tolak ukur dari pemain ritel. Ada delapan faktor utama yg perlu kita lihat dan pelajari dengan baik. Kita langsung pada potensi-potensi pasar yang harus kita perhatikan. POPULATION CHARACTERISTICS. Populasi karakter ini adalah hal yang terpenting, yang harus dilihat sebagai langkah potensi pasar pertama. Lihat secara detail dari populasi yang ada di area tersebut, baik dalam jumlah perkembangan penduduk, fasilitas yang mendukung industri ritel itu, baik dalam industri sektor lain tapi yang mempunyai multiplier effect dengan usaha ritel kita, seperti industri jasa ataupun industri sosial faktor di daerah itu, seperti rumah sakit, sekolah dll. Populasi karakter harus melihat dengan detail, baik dimulai dari segi manusianya, umurnya, latar belakang edukasi mereka, pekerjaan, ras, suku dan juga perkembangan pasar industri yang ada. Sering sekali survei hanya melihat dari data perkembangan jumlah penduduk atau kepadatan penduduknya, tapi bukan dari karakter populasi yang terjadi, ini jauh berbeda. Perkembangan jumlah penduduk hanya perkembangan asumsi potensi jumlah customer saja tetapi populasi karakter kita melihat dari semua sudut pandang yang menjadikan sebuah karakter yg menjadi ukuran kekuatan potensi pasar yang ada. BUYER BEHAVIOR CHARACTERISTICS. Hal lain yang sangat menjadikan sebuah potensi pasar dalam menganalisa pasar yang ada adalah langkah kita melihat dan mengenal kelakuan (behavior) karakter dari PEMBELI pasar tersebut.
Ritel adalah ujung tombak bagi marketer dalam memasarkan produknya. Semakin kuatnya pengaruh ritel di konsumen membuat ketergantungan marketer terhadap peritel juga semakin besar. Namun demikian masih banyak peritel yang lebih bermental pedagang. Hanya menjadi perantara yang mengambil marjin setinggi-tingginya. Padahal banyak sekali aspek marketing yang bisa dijalankan supaya hubungan antara marketer dengan konsumen (lewat ritel) bisa berjalan harmonis. Dari sisi konsumen, pada jaman sekarang ritel bukan sekedar toko. Ada keterlibatan emosional yang harus dibangun dengan pelanggan. Ada unsur kepuasan yag harus dijaga terus menerus. Ada brand experience yang harus dirasakan oleh konsumen. Itulah sebabnya peritel pada masa sekarang ini juga harus memiliki strategi marketing yang jitu.
2. Memulai Bisnis Ritel
Memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Hal yang klasik, banyak pertimbangan di sana sini sehingga tak jarang membuat orang urung memulai bisnis. Semestinya memulai bisnis tidak menjadi salah satu sumber ketakutan bagi setiap orang. Untuk menghilangkan ketakutan dalam memulai bisnis, seseorang bisa membuat persiapan bisnis yang matang sehingga dapat menjalaninya dengan optimistis. Salah satu seminar Gerald Abraham salah seorang penasehat bisnis pada sebuah firma hukum, juga pemilik dan direktur sebuah konsultan keuangan di tahun 2006, berisi tentang menjadi sukses dengan memahami 9 aspek penting sebelum memulai usaha.
1. Memahami konsep produk atau jasa secara baik Sebelum memulai suatu usaha maka hal yang terpenting adalah pemahaman kita akan konsep produk atau jasa yang akan menjadi bisnis inti. Kita perlu memahami bukan hanya secara teknis produksi tetapi juga pasar dan prospek mulai daripada lingkungan yang terkecil kepada lingkungan yang terbesar. Dalam topik ini dibahas secara menyeluruh aspek-aspek yang penting dalam melakukan analisa atas kelayakan dan prospek produk termasuk produk-produk yang sama sekali baru dengan melihat sisi human behavior, kebutuhan pasar dan lainnya.
2. Membuat visi dan misi bisnis Setiap orang yang mau memulai bisnis harus mengetahui visi dan misi yang akan menjadi panduan seseorang untuk tetap fokus kepada tujuan bisnis dan organisasi yang awal. Seringkali suatu usaha pada saat mulai berkembang pada tahap berikutnya mengalami kegagalan karena organisasi tersebut tidak memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis awal tetapi terlalu banyak mencoba mengembangkan bidang usaha lain yang baru.
3. Perlunya winning, positive dan learning attitude untuk menjadi sukses
Sikap mental merupakan kunci keberhasilan atas usaha anda selain daripada pemahaman usaha anda. there is no over night success sesuatu yang harus dicamkan daripada setiap calon “entrepreneur” karena dibutuhkan waktu, sikap tidak menyerah, proses belajar secara kesinambunga, dan melihat permasalahan secara positif yang tidak membuat anda menjadi patah semangat namun melihat setiap peluang dan belajar atas setiap kegagalan.Anda akan belajar untuk mengembangkan sikap-sikap diatas untuk menjadi “bisnis entrepreneur” yang sukses
.4. Membuat perencanaan dan strategi bisnis yang efektif akan menghindari usaha daripada risiko bisnis dan Secara statistik hampir seluruh kegagalan bisnis kecil dan menengah disebabkan karena tidak adanya atau kurang efektifnya perencanaan bisnis yang anda buat. Asumsi-asumsi seperti kapasitas produksi, tingkat utilisasi produksi, proyeksi kenaikan harga dan biaya dan aspek lainnya dalam perencanaan bisnis haruslah menggambarkan secara akurat realitas pasar atau praktek yang ada dalam suatu industri. Sistematika perhitungan dan proyeksi pendapatan dan biaya harus dibuat secara tepat sehingga membantu setiap calon pengusaha untuk menghitung secara akurat kebutuhan modal investasi dan modal kerja termasuk struktur biaya untuk persiapan awal, tahap percobaan, produksi secara komersial, inventori, distribusi, pemasaran, administrasi, sumber daya manusia dan juga komponen pendapatan usaha yang terdiri dari pendapatan inti dan tambahan. Pemahaman yang baik atas hal ini juga akan membantu calon entrepreneur untuk dapat mengindentifikasi potensi resiko bisnis, manajemen dan keuangan dan membuat langkah-langkah pengendalian untuk dapat menghindari setiap resiko tersebut.
5. Pengetahuan dasar manajemen, organisasi dan sistem akan menghindari usaha dar I pada risiko manajemen. Setiap usaha dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses pemasaran, produksi, distribusi dan penjualan berlangsung dengan baik. Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan adanya biaya yang tidak perlu seperti bahan baku yang terbuang, pekerja yang tidak produktif karena pengawasan yang tidak efektif dan deskripsi pekerjaan yang tidak jelas, koordinasi dan komunikasi antar pegawai yang tidak efektif sehingga banyak keputusan yang terlambat, perekrutan pegawai yang tidak efektif sehingga banyak pegawai yang keluar masuk dan membuang banyak waktu dan biaya, pelatihan yang tidak baik sehingga produktivitas pegawai yang rendah dan masih banyak lagi permasalahan organisasi. Dalam topik ini kami akan memberikan pengetahuan dasar dan aspek-aspek yang sangat penting yang harus dipelajari oleh calon bisnis entrepreneur untuk menghindari resiko manajemen yang dapat menyebabkan kegagalan usaha.
6. Optimalisasi sumber daya manusia maka 50% usaha Anda sudah berhasil.
Sumber Daya Manusia atau SDM merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha yang sangat penting. Banyak pakar yang menyadari bahwasanya untuk memulai usaha seringkali apabila kita merekrut pegawai yang tepat dan berpotensi sangat baik dapat menutup kelemahan manajemen, organisasi dan sistim dalam jangka pendek. Dengan SDM yang tepat maka kita sudah setengah jalan untuk menjadi sukses. Topik ini akan membantu kita untuk memahami kriteria pegawai yang baik dan sesuai dengan kebutuhan usaha, manajemen SDM secara umum termasuk sistim penilaian kinerja pegawai sehingga setiap pegawai akan merasa puas dan juga bagaimana memotivasi pegawai baik secara psikologi umum maupun dengan sistim insentif untuk mengoptimalkan kinerja pegawai.
Eksistensi Bisnis Ritel
Keberadaan pasar modern memberikan banyak pilihan bagi konsumen dalam menentukan lokasi berbelanja. Apalagi belakangan ini jumlahnya juga semakin banyak. Namun, bagi pebisnis pasar tradisional, tentu memiliki arti lain. Ketatnya persaingan bisnis ritel mendorong para pengusaha untuk melakukan terobosan dalam strategi berdagang, baik menyangkut kemasan toko, pelayanan, hingga soal harga produk. Hal ini tentunya akan memberi keuntungan lain bagi para calon pembeli. Singkat kata,dalam urusan berbelanja,kondisi ini benar-benar memanjakan para konsumen.
Konsumen juga memegang kendali dalam menentukan hidup matinya sebuah toko modern, bahkan berpengaruh dalam pertumbuhan pasar modern. Bagi pebisnis ritel, karakter masyarakat akan menjadi pertimbangan dalam mengembangkan usahanya. Executive Director dari Retail Measurement Services Nielsen,Teguh Yunanto menuturkan, peritel akan melihat populasi penduduk sebagai salah satu pertimbangan dalam membuka toko.
Ritel modern mencakup hal yaitu pendekatan manajemen kategori dan manajemen rantai pasokan. Dalam konteks ini, manajemen kategori dapat dipahami sebagai suatu pendekatan cara penanganan barang pada tingkat kategori melalui klasifikasi yang terstruktur dan sistematis pada bauran produk.
Sumber:
http://dwipo-kewirausahaan1.blogspot.com/2012/07/tugas-softskill-manajemen-ritel-bisnis.html
Rabu, 13 Maret 2013
tugas softskill 1 manj. ritel
PERENCANAAN DAN MANAJEMEN RITEL
A. Gambaran Umum Tentang Ritel
-Pengertian Retail
Retail adalah penjualan dari sejumlah kecil komoditas kepada konsumen.
Retail berasal dari bahasa Perancis yaitu " Retailer" yang berarti " Memotong menjadi kecil kecil" (Risch, 1991 ).
Pengertian Retailing adalah semua aktivitas yang mengikut sertakan pemasaran barang dan jasa secara langsung kepada pelanggan
Pengertian Retailer adalah semua organisasi bisnis yang memperoleh lebuh dari setengah hasil penjualannya dari retailing ( lucas, bush dan Gresham, 1994)
-Klasifikasi Retail
Menurut Pintel dan Diamond (1971), Retail dapat di klasifikasikan dalam banyak cara, sebagai contoh Retail dapat di kelompokkan sesuai dengan aktivitas penjualan barang berdasarkan sbb :
- Retail Kecil
Bisnis Retail kecil di gambarkan sebagai retailer yang berpenghasilan di bawah $500 pertahun. Pemilik retail pada umumnya bertanggung jawab penuh terhadap seluruh penjualan dan manajemen.Biasanya kebanyakan pemilik toko pada bisnis retail kecil ini dimiliki oleh secara individu (Individual Proprietorship) .
- Retail Besar
Pada saat ini industri Retail di kuasai oleh organisasi besar, organisasi tersebut meliputi : Departemen Store - Chain organization (organisasi berantai), Supermarket, Catalog Store, Warehouse, Outlet dan Online Store (Toko Online )
Departemen Store merupakan salah satu dari retailer besar dimana menawarkan berbagai macam jenis produk / barang, tingkat harga dan kenyamanan dalam berbelanja.
B. Proses Perencanaan & Manajemen Ritel
Dalam memilih retail store, pembeli mempertimbangkan banyak hal. Faktor yang diperhatikan adalah yang berkaitan dengan kebutuhan ekonominya. Di lain pihak kebutuhan emosional (seperti gengsi) juga kadangkala mempengaruhi pilihannya.
Faktor-faktor ekonomi yang relevan dalam memilih retail store antara lain meliputi:
1. Harga.
Ada retail store yang memasang harga mati seperti supermarket dan departement store) dan ada pula yang menetapkan harga fleksibel atau dapat ditawar (seperti discount store).
2. Kemudahan
Kemudahan parkir, bisa cepat pergi setelah membayar, dan mudah mencari barang yang diinginkan (meliputi proses menemukan, membandingkan, dan memilih).
3. Kualitas produk yang ditawarkan.
4. Bantuan wiraniaga.
Apakah harus swalayan, membantu ecara pasif, atau membantu secara aktif.
5. Reputasi
Kejujuran dan kewajaran dalam jual beli
6. Nilai yang ditawarkan
Yaitu perbedaan total customer value dan total customer cost. Total customer value adalah sekumpulan manfaat yang diharapkan pelanggan dari produk dan jasa, meliputi product value (misalnya keandalan, daya tahan/keawetan, unjuk kerja), service value (penyerahan barang, pelatihan, instalasi, perawatan, reparasi), personnel value (kompeten, responsif, empati, dapat dipercaya), dan image value (citra perusahaan). Sedangkan total customer cost terdiri dari harga yang dibayarkan, biaya waktu, biaya tenaga, dan biaya psikis.
7. Jasa-jasa khusus yang ditawarkan.
Pengiriman barang gratis, pembelian kredit dan bisa mengembalikan atau menukar barang yang sudah dibeli.
C. Sistem Informasi Ritel
Dalam perdagangan eceran atau ritel dimana arus data barang dagangan dan
uang berputar sangat cepat diperlukan pengendalian dan pengawasan yang baik. Salah satu bentuk pengendalian dan pengawasan tersebut adalah dengan melakukan pencatatan data yang tertib dan teratur, serta penyuguhan informasi dalam bentuk sistem pelaporan yang tepat waktu dan akurat sehingga memberikan manfaat yang optimal bagi setiap keputusan yang akan diambil. Sistem Informasi Ritel (SIM Ritel) adalah suatu sistem informasi yang dikembangkan dengan menggunakan pendekatan yang berbasis pada pemanfaatan teknologi terpadu peralatan sistem mekanisasi pengolah data sebagai penyedia informasi untuk menunjang semua aspek kegiatan yang berhubungan dengan operasional, manajemen, analisis maupun dalam hal pembuatan keputusan. Secara umum struktur SIM Ritel tidak berbeda dengan Sistem Informasi
Manajemen lainnya, meliputi
1.Tingkatan informasi untuk proses transaksi, dalam hal ini fungsinya adalah sebagai
inquiry response. Tingkatan ini biasanya menjadi tanggung jawab dari staff atau
clerk.
2.Tingkatan informasi untuk perencanaan operasional, pengendalian dan
pengambilan keputusan. Informasi yang berkaitan dengan kegiatan operasional setiap harinya dibutuhkan oleh Lower Management yang berada pada tingkatan ini untuk pengambilan keputusan.
3. Tingkatan informasi untuk perencanaan taktis dan pengambilan keputusan. Pada tingkatan ini Middle Management membutuhkan informasi yang datangnya dari tingkat perencanaan operasional maupun informasi dari luar lingkungan perusahan seperti informasi tentang pesaing. Informasi tersebut nantinya akan menjadi dasar pembuatan rencana taktis perusahaan contohnya pembuatan anggaran maupun pengambilan keputusan seperti penentuan jenis dan harga
barang.
4.Tingkatan informasi untuk perencanaan strategik, kebijakan dan pengambilan
keputusan. Tujuan dan arah perusahaan ditentukan oleh Top Management. Karena
itu informasi yang berkaitan dengan kinerja perusahaan dan keadaan lingkungan
luar perusahaan perlu dimiliki oleh tingkat ini demi kemajuan perusahaan.
Sumber :
http://ginaaisyah92.blogspot.com/2012/06/bahasan-1-perencanaan-dan-manajemen.html
true love
True story
THIS IS LOVE
Saat sedang bersama sahabat – sahabat ku di sebuah mall. Handphone ku berdering ,lalu dengan ketusnya aku mengangkat dan menjawabnya.
“hallo,,,sapa ne?”
di sana terdengar suara seorang pria. Yang suaranya samar – samar ku kenal. Dia menjawab
“apa kabar?”
Tampa pikir panjang aku langsung menebak dan bertanya lagi.
“ini Victor?” Tanya ku.
Dia menjawab dengan suara yang cukup ragu - ragu
“ya..ya..ya.. saya Victor!”.
Aku certain sedikit ya sebelumnya, biar nyambung. Victor adalah mantan pacar ku yang ku kenal lewat sebuah acara di radio. Sebenarnya aku juga lupa kapan mengikuti acara itu. Karena terkadang aku iseng – iseng berhadiah saja untuk mengikuti acara yang terbilang konyol. Memperkenalkan diri dengan banyak orang dengan media radio dan menyebarkan nomor ku sendiri. Yak.. maklum waktu itu aku masih ABG , si gatel pangilan ku jika orang tua ku kesal kalo aku selalu telfon – telfon an dengan orang yang fisiknya saja aku nggak tau. Tapi si Victor ini datang menemui aku, ya kopi darat gitu.
Eh… walaupun hanya baru mau ketemu untuk yang pertama kalinya, aku sudah menyuruhnya menemui ku di rumah ku. Biar gatel, aku hebat kan? Menyuruh orang tak di kenal datang ke rumah. Ternyata dia tau alamat rumah ku, gimana tidak tau cz aku dan dia tinggal di satu perumahan yang sama cuma beda Rt , Rw dan jalannya aja. Pulang kerja dia datang kerumah ku.
WOOOWW… orang tua ku mondar – mandir aja kerjaannya. Udah kaya wartawan pula, nanya tinggal di mana terus kerjaannya apa. Pokoknya biodata hampir lengkap dah kaya lagi mo ngelamar kerjaan yang udah di kantongin orang tua ku. Setelah dia pulang yag terjadi padaku persis mirip banget seperti adegan yang biasa aku tonton di pilem – pilem gitu. Kaya introgasi pencurian kendaraan bermotor di kantor polisi. Orang tua ku mama dan papa ku duduk di hadapan ku sambil mengintrogasi itu orang yang barusan datang ke rumah, sambil berkata:
“MAMA, GA MAU LU BERHUBUNGAN SAMA ENTU ORANG !” (maaf tulisannya jadi besar cz maklum nyokap lagi kesal).
Sebenernya dosa juga di belakang orang tua ku, kami masih berhubungan dan memiliki status berpacaran. Terakhir kami bertemu saat aku kuliah dan sedang belajar di semester 1. Setelah itu kami hilang kontak, dan nggak begitu lama ada sich sekitar 2 atau 3 bulanan dia sms aku dan menelpon aku kalau dia lagi di Aceh karna kerjaannya adalah seorang kontraktor jadi dia kerjanya menclak – menclok kaya burung deh…
Nah, balik lagi ni ceritanya ke garis yang sebenarnya.
“eh.. elu ngapain nelpon gw?” jawaban ku ketus.
“e…e… engak ngapa – ngapain?” katanya.
Terus aku matiin deh telponnya tampa aku jawab kenapa – kenapa nya.
Di fikiran ku, aku kesal dengan Victor kenapa hubungin aku lagi padahal udah hampir 3 bulan dia nggak ngasih kabar padahal rumah kita berdua nggak jauh – jauh amat. Walaupun nggak ada kata putus tapi aku sudah merasa nggak punya hubungan dengan entu orang.
Besokkannya Victor nelpon lagi. Tapi nelponnya malem, jam 11 an gitu. Suaranya lirih banget kaya lagi sedih dan banyak beban gitu. terus backsound di belakang suaranya juga sepi banget, mendukung deh kaya di cerita drama zaman 80 an. Karena ngerasa kasihan biarpun kesal, aku masih manusiawi. Ni percakapannya begini:
( Btw ni mo ngasih tau kalo A entu artinya AKU dan kalo D berarti DIA yak…)
A : “kenapa?”
D : “mo curhat!’
A : “apa?”
D : “mo jujur, tapi jangan marah?”
A : “apa?” lu dah kawin?”
D : “bukan!”
A : “apa?”
D : “ takut lu marah!”
A : “apaan, kalo lu kaga jujur, gw matiin ni!”
D : “e..e..e.. jangan..jangan!”
A : “cepetan, ngantuk gw!”
D : “janji kaga marah?”
A : “yak!”
D : (narik napas) “gw sebenernya ada di Lampung!”
A : “oo…!” gitu aja?” gw kaga marah”.
D : “bukan itu!”
A : “apa dong?”
D : “janji lu kaga marah?”
A : “lu budek apa?”tadi gw ngomong apa?”
dah,akh gw matiin aja!”
D : “e..e..ok..ok..” gw mo cerita”.
A : “apa?”
D : “lu dengerkan di sini sepi?”
A : “ia!”
D : “lu mo tau gw di mana?”
A : “udah tau, dikamar n sepinya cz sekarang dah hampir jam 12 malam jadi sepi dah, kalo rame itu di pasar malem”. “bener kaga,tebakan gw?”
D : “gw nggak sebebas kaya keidupan lu!”
A : (gw mikir aja ini kata – katanya maksudnya apa yak?)
D : “e.. lu denger gw kaga?”
A : “ya!”
D : “gw di penjara kena kasus narkoba?”
A : “ha?” (kagetnya bagaikan di lempar durian bankok dari kontener)
D : “maafin gw ya!”
A : (diem, sambil mikir ini orang di penjara koq bisa nelpon ya?)
Terus entah, dia ngerti maksud diem ku atau emang kontak batin. Dia malah bilang handphone itu di pegang ngumpet – ngumpet. Pokoknya singkat cerita deh biar cepet selesai ini ceritanya dia bilang akan jarang hubungin aku karna lagi di penjara dan harus ngumpet – ngumpet untuk komunikasi sama aku. Kami ngobrol di telpon sampai jam 4 pagi non stop (hebatkan , udah kaya ronda malam). Habis aku penasaran kenapa diabisa masuk sel dan karna obat terlarang. Tapi kalo inget – inget fisiknya sich, bisa jadi dia memang pemakai. Cz badannya kurus terus agak kusam gitu deh. Selama dia di sel sebenarnya aku udah punya pacar.
Tapi aku ga jujur sama dia dan pacarku. Habis aku kan juga perempuan butuh kasih sayang, ya kan???? Aku punya pacar anak tangerang dia baik dan pengertian juga. Kenapa aku tidak meningalkan si dia, karna jujur aku kasian sama dia. Cz dia udah di sel sendirian lagi. Nggak ada yang nyemangatin dia. Maaf ni sebelumnya, saat kami telpon – telponan dia pernah cerita bahwa ayah nya sudah tiada. Dan ibu nya tinggal di Jakarta bersama Kakak ibunya. Pamannya itu adalah mantan militer jadi saat dia tinggal di Jakarta dia di didik seperti militer juga ini yang membuatnya jatuh di situasi yang salah.
Dan di tambah pergaulan yang salah , katanya obat terlarang itu pertama kali di beri oleh temannya. Tapi apesnya saat dia masuk bui temannyaa tak ada yang datang satu orang pun. Maka dari itu aku kasian liat dia. Oo,iya.. Dia adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Adiknya yang pertama adalah perempuan dan sudah menikah serta memiliki anak, dan adik keduanya adalah laki – laki sekarang sudah SMA.
Singkat cerita aku memiliki hubungan dengan dua orang laki – laki. Tapi mungkin karma, aku di dselingkuhin sama pacarku yang di Tanggerang. Aku sejujurnya benci banget kata atau tindakan selingkuh tapi aku malah yang selingkuh. (maapin ya). Tapi aku dah mendapat karma koq. Karna sedih saat dia menlpon aku seperti biasa malam – malam, karna habis nangis maklum kan habis putus sama yang di Tangerang. Si dia nanya, dan kebetulan otak ini rasanya lagi konslet jadi aku cerita aja sama dia tentang kenapa aku sedih. Aku bilang terus terang bahwa aku telah menduakannya. Dan aku sekarang dah putus karna aku dah di selingkuhin. Terus tau ga apa yang terjadi?????tangapan yang di luar pikiran ku…
Dia bilang gini…
“LU NGGA USAH SEDIH LAGI, KAN MASIH ADA GW YANG NEMENIN ELU!”
WOOOWWW… (super duper terkejut, dalam hati berkata ini laki – laki perasaannya kemana ya?? Orang di sakitin malah menawarkan dirinya untuk jadi sandaran hati).
Akhirnya aku yang tersadar, aku salah menyakiti orang seperti dia. Aku akhirnya bertekat dan berjanji untuk bertahan sendiri di sini untuk menunggunya datang kembali bersama – sama lagi dan memaafkan atas kesalahannya yang udah di perbuatnya. Beberapa hari kemudian setelah aku bertekad seperti itu, aku menemui kejadian yang ganjil bagi ku.
Saat aku sedang mengendarai motor bersama anak teman ku, ya jalan – jalan sore gitu. Aku mengelilingi area perumahan ku.
Syok…. Pastinya , karna aku lihat Victor sedang mengotak atik motor di jalan. Victor tersenyum pada ku tapi aku langsung tancap gas karna aku syok yang di fikiran ku adalah apa aku harus ke dokter mata, karna mata ku sudah rabun ya??? Lusa malamnya dia menlpon aku bertanya kepadanya apa dia sudah bebas atau belum. Jawabannya simple dan jelas dia bilang belum. Aku ceritakan kepadanya tentag apa yang ku alami dua hari yang lalu. Dia hanya tertawa dan bilang katanya aku yang salah liat. Mungkin memang kali ya, aku yang salah liat saja. Waktu terus berjalan, aku di hadapkan kejadian yang membuat ku bingung lagi.
Waktu itu sore hari sekitar jam limaan, entah aku juga nggak tau kenapa rasanya aku ingin keluar rumah. Saat aku di luar rumah baru saja aku membuka pagar rumah ku, aku melihat Victor lagi yang sedang naik motor bersama temannya. Dan lagi – lagi dia tersenyum pada ku. Tapi aku tak membalasnya, yang ada di fikiran ku. Apa aku menjelang gila ya???
Kejadian yang aneh – aneh itu aku selalu ceritakan kepada sahabat – sahabat ku di kampus. Sahabat ku bilang mungkin dia bohong sama aku, ya mungkin saja dia hanya mengetes ku.itu bisa jadi, oc akhirnya aku mulai berfikir positif.
Terus waktu terus berjalan dan mulai berlari, karna rasa kangen aku memintanya untuk mengirim poto nya lewat MMS. Dia selalu tak pernah mengirimnya. Dia bilang hanphone nya jadul jadi nggak bisa di pake untuk kirim poto. Oc aku terima alasan itu.
Waktu itu dia ulang tahun. Jujur aku bingung aku harus apa. Kalau hanya mengucapinya selamat ulang tahun sudah biasa, akhirnya aku mengirimnya sebuah puisi tentang dirinya.
Seperti ini :
¬(00.02 WIB)
Dia…dia yang mengajarkan aku untuk berusaha
Dia yang buat aku kuat
Dia selalu bilang tunggu aku pulang
Aku selalu menunggunya
Semua yang dia lakukan untuk cinta kita berdua
Dia ungkapkan kata – kata yang sangat tidak romantis
Tapi hati na lembut untuk ku
Dia terlihat kasar
Dia katakan agar aku bisa kuat
Dia bilang dia sayang aku
Karna kesabaran ku untuk dia
Padahal selingkuh pernah ku lakukan kepadanya
Dia tau
Tapi apa kata nya
Dia Cuma bilang aku di sini untuk kamu selalu
Padahal selingkuh adalah hal yang paling menyakitkan
Aku selalu meminta dia untuk jadi yang aku mau
Dia tak pernah menolak itu
Dia tak pernah melemparkan rayuan gombal
Dia apa adanya
Dia tak pernah bahagiakan aku dengan kelembutan
Katanya hidup itu tidak semulus jalan tol
Dan tak seindah taman bunga
Dia bilang aku harus kuat
Menjaga cinta dia yang sudah tertanam di diriku
Ku jaga cinta ini untuk mu selalu
Itu yang selalu ku ucapkan saat dia pergi
Maaf selalu ku ucapkan saat aku menyakitkan nya
Tapi dia selalu berkata
Cinta ku terlalu besar untuk membenci mu
Terlalu besar hanya untuk mu
Sekarang dia pergi sementara
Meninggalkan aku sejenak
Membiarkan aku untuk bertahan sendiri
Mengajari ku akan kata setia
Menangis itu wajar
Tapi yang berat adalah saat ia berkata
Aku tak selalu ada untuk kamu
Tapi hati ku selalu menjaga mu
Selalu dan hanya untuk mu
Kamu percaya itu kan???
Itu kata – kata setiap ia pergi tinggalkan aku
Tampa komunikasi
Hanya doa ku yang bisa menemaninya
Saat masalah kehidupannya menghadang
Dia tak pernah mengeluh
Yang ia katakan hanya
Tersenyum sayang untuk aku
Agar aku kuat hadapi semua masalah ini
Sering kali ku berfikir
Jahat sekali aku
Ku dua kan cinta dan kasih sayangnya
Demi kebahagiaan diriku sendiri
Egois
Tentunya
Jahat
Itu pasti
Tapi….
Aku tak lagi – lagi untuk menyakitinya
Ku tunggu dia sampai dia pulang
Kembali di hidup ku
Kembali ke kepelukan ku
Kembali menemani ku
Dan tersenyum selalu untuk nya
SELAMANYA
UNTUK NYA………………………………………
Setelah aku mengirimnya dia langsung menelpon ku dan bilang kalau aku adalah semangatnya untuk terus bertahan dalam ke adaan apapun. Rasanya terbang bahagia yang ku rasa bisa berguna untuk orang lain walupun jauh. Jujur saja dia tak sebaik mantan ku dia galak, posesiv dan bawel nya kaya nenek – nenek. Dan satu lagi dia nggak romantis. Tapi setiap kita udahan telponannya dia selalu ucapkan
“TUNGGU AKU PULANG, SEBENTAR LAGI AKU BEBAS UNTUK KAMU”.
Rasanya leleh dan mencair hati ini, walaupun aku dan dia lebih banyak berantemnya di banding baik – baiknya.
Suatu saat katanya keadaan di sel sedang banyak razia dadakan. Dia bilang kalau aku akan jarng kasih kabar ke kamu. Walaupun sedih aku berusaha untuk bersuara bahwa aku ngga apa – apa. Sudah seminggu dia tidak menghubungi aku, setelah seminggu itu telpon ku selalu berdering setiap hari jam dua belas lewat dua puluh tiga menit dan itu adalah dia seneng banget bisa denger dia lagi walaupun telponnya hanya tiga menit dia cuma bertanya lagi apa dan jangan lupa makan. Itu saja yang dia Tanya dan setelah ku menjawab telponnya selalu mati.
Sampai suatu waktu aku mengirim pesan puisi kepadanya seperti ini :
Dia lagi dan hanya dia
Semenjak dia pergi sementara
Sepi yang ku rasa
Tapi
Setiap siang
Telpon berdering
Selalu jam 12.23
Diujung telp
Ku selalu dengar suaranya
Bertanya aku sedang apa
Dan aku selalu menjawab
Aku sedang nunggu kamu
Dan selalu kamu
Di ujung telp sana
Dia tertawa
Dan dia selalu berkata
Jaga cinta kita ya
Sampai aku pulang
Selalu
Itu jawab ku
Dia juga selalu bertanya
Sudah makan belum
Dan dia sering bilang
Sebentar lagi aku pulang
Sebentar lagi aku bebas
Sebentar lagi aku bisa sama kamu lagi
Sebentar lagi aku bisa meluk kamu lagi
Jangan takut hanya sebentar lagi
Dan aku janji
Aku akan selalu ada untuk kamu lagi
Sebentar lagi sayang
Setiap dia berkata seperti itu
Hanya satu kalimat yang ku ucapkan
Aku kangen kamu
Kata dia kangen tahan dulu ya sebentar saja
Bentar lagi aku pulang….
Benar saja dua bulan setelah aku mengirim SMS puisi itu kepadanya dia menghubungi ku dengan suara yang bahagia. Singkat cerita dia bilang kalau dia sudah bebas. Seneng banget hati ku setelah hampir dua tahun ku menunggunya untuk sama – sama lagi akhirnya penantian ku usai juga ( saat itu aku masuk semester 5).
Tapi ceritanya belum happy end di situ. Ada kejadian yang buat aku lebih shyok luar biasa rasanya di jatuhi durian montong empat container, di tambah di siram air bah dan di lempar gunung berapi. Rasanya luar biasa membuat jantung terhenti.
Saat dia mengabari lewat telpon, dia bilang ada rahasia yang sebenarnya ia ingin ceritakan. Singkat cerita dia mengatakan bahwa dia bukan lah Victor yang ku maksud. Dia membohongi ku selama hampir dua tahun. Ternyata victor yang asli itu baik – baik saja dan ada di sekitar ku. Dia menyebutkan namanya, dia bernama Junandar. Dia meminta maaf atas kesalahan yang dia perbuat kepada ku dan meminta ku untuk masih mau menerimanya. Jujur saja aku sudah terlanjur sayang kepadanya walaupun rasa kesal dan benci itu ada pastinya dalam hati. Karna aku manusia akhirnya aku pun memaafkannya.
Dua minggu kemudian dia datang ke Jakarta untuk bertemu dengan ku. Dari Bandar Lampung bersama temannya dia datang untuk menemui ku. Jujur saja rasanya campur aduk kopi darat sama orang yang dua tahun membohongi aku dan juga yang aku sayang. Rasanya sesak dalam hati sangat sesak sekali. Kita janjian di sebuah Mall di Bekasi. Sebelum menemui ku dia menemui ibu, paman, dan adiknya terlebih dahulu. Jujur saja aku kaget dengan dia. Pokoknya kopi darat kita gatot karna sikap ku yang dingin kepadanya. Maklum saja sejujurnya saat bertemu aku lebih banyak rasa kesalnya , jadi rasanya pengen banget nyakar dia.
Kita terus berhubungan, sampai dia memutuskan untuk tinggal di Jakarta dan bekerja di Kampung Rambutan di Jalan Raya Bogor katanya. Ternyata kebebasannya tak membuat kami berdekatan. Sempat hilang kontak aku dengan dia sekitar satu bulanan ternyata dia kembali lagi ke Bandar Lampung bersama Ibu dan adiknya dan tinggal bersama Nenek dan kakeknya. Sekarang dia bekerja di bagian gudang pabrik pupuk di Bandar Lampung. Hubungan komunikasi kami pasang surut sampai pada akhirnya aku harus rela melepasnya. Mungkin kami tidak di takdirkan untuk berjodoh dan bersama seperti impian kami berdua. Tepatnya bulan Februari tanggal 23 hari sabtu 2013. Kami sepakat untuk putus dan menjalankan kehidupan kami masing – masing. Karna bagi ku komunikasi adalah penting untuk suatu hubungan. Tapi tidak sependapat dengan ku, dia menganggap komunikasi hal sepele. Saat dia kembali ke Bandar Lampung sejujurnya aku nggak tau.
Jika aku flash back ingatan ku. Sejujurnya aku baru menyadari di mana Victor yang asli selama ini. Saat liburan Idul Fitri beberapa tahun lalu kalau tidak salah saat aku di semester satu. Aku berpamitan kepadanya untuk pergi lebaranan di kampung halaman ku , katanya kalau aku tetap pergi dia nggak akan menemui ku lagi. Dan ternyata benar…
Ini adalah cerita nyata ku. True story in mf life. Yang tidak akan ku lupakan dan tak akan bisa di lupakan. Lewat cerita ini aku belajar banyak hal, bahwa setia adalah sebuah keyakinan. Dan selalu memaafkan adalah kebaikan. Jujur saja cerita ku ini membuat ku belajar menjadi seseorang yang dewasa. Dan kalau boleh jujur aku lebih bahagia menjadi seorang anak kecil…
THE END
konyol 3
Ini adalah cerita
terkonyol ku bab tiga. Di sini aku akan menceritakan tentang betapa apesnya
diriku nyemplung dan mekanisme asal mu asal terjadinya tragedi kecemplung.
Cerita pertama :
JATUH
DI GUBANGAN
Kejadiannya aku dan
teman ku waktu SMP kelas tiga ada kegiatan belajar bersama. Awalnya kami ber
empat janjian untuk bertemu di sekolah agar bisa ke rumah teman ku sama – sama.
Setelah kami berkumpul semua, kami jalan lah mengendarai motor. Aku duduk di
belakang dan teman ku yang mengendarainya. Teman ku membawa motor cukup
kencang. Saat itu jalanan yang di lewati masih mulus. Tiba – tiba teman ku
mengerem karena ada gubangan yang berisi air yang coklat dan keruh banget.
Sontak karena ngeremnya telat, mandi lah kita berdua begubang kaya di sarang
ternak babi. Kami berdua memutuskan pulang dan tidak jadi belajar bersama…
Cerita ke dua :
TERPEROSOK
Waktu itu aku baru
mahir mengendarai motor. Aku masih duduk kelas satu SMP. Awalnya aku dan teman
ku ingin jalan – jalan sore sambil belajar mahir motor.
Awalnya aku yang
menyetir kemudian gantian. Teman ku yang menyetir, kami berdua masih baru bisa
nyetir motor. Dia mengajak untuk jalan kea rah sekolah kami. Di dekat sekolah
kami ada gang yang hanya bisa di lalui dua motor yang saling bersisipan dan di
sebelahnya terdapat kali perumahan. Perbatasan antara jalan dan kali di tumbuhi
rumput dan pohon - pohon kecil. Dengan gagah teman ku menyetir melewati gang
tersebut.
Karena dia agak kurang
tinggi maka saat berbelok kakinya tidak siap untuk menumpu. Akhirnya aku , teman
ku dan motorku hampir masuk kali. Ban depan motor ku sudah ada di atas bibir
kali. Dan bodohnya lagi, karena gugup teman ku bukannya melepas stang motor malah
mengas motor terus. Dengan cepat orang – orang membantu kami. Saat itu bubaran
sekolah yang masuk siang. Malunya nggak terkira, eh… teman ku malah bukan
bantuin ngeluarin motor malah lari menjauh dari keramaian. Jadinya aku yang di
bantu bapak – bapak menarik motor ku keluar dari bibir kali dengan wajah yang
malu …
konyol 1
Ini seharusnya di
simpan rapat – rapat di dalam buku deary dan nggak boleh ada yang baca. Cz ini
cerita yang memalukan yang aku pernah alami. Jadi ini adalah semacam kumpulan
cerita – cerita pendek dengan kejadian – kejadian yang memalukan…
Cerita pertama :
ONDEL
– ONDEL
Sebenernya dari
judulnya aja dah pasti paham,ya... So Pasti isinya tentang ondel – ondel.
Sejujurnya aku takut ondel – ondel dari lahir dan mungkin sampai mati kali ya…
cz sumpahhhh banyak kejadian yang membuat troma berkepanjangan dengan ondel –
ondel.
Sewaktu kecil saat
bermain bersama teman – teman main tak umpet. Aku nggak tau kalau ternyata
teman – teman ku mengumpet bukan karna sedang bermain tapi sedang ngumpet ada
ondel – ondel. Dan mereka mengumpet di rumah masing – masing. Saat aku dan dua
orang temanku yang mengumpet bersama mengintip dari tempat persembunyian kami
dengan percaya diri yang besar lari
menuju arah benteng agar tidak jaga. Tapi ternyata kami salah prediksi, hampir
dekat ondel – ondel itu dengan kami. Kami berlarian pontang – panting lari
menuju ruma masing – masing. Lucunya aku, aku langsung melepas sandal ku dan
membawanya ke dalam rumah dan mengunci seluruh rumah ku. Dari pagar , pintu
rumah dan jendela – jendela dan menutup hordain rumah ku agar ondel – ondel tidak
datang kerumah ku dan tidak melihat ku yang bersembunyi di belakang pintu kamar
tidur orang tua ku dengan mengendong sandal jepit di pelukan ku.
Cerita ondel – ondel
yang kedua adalah saat aku sudah beranjak ABG saat aku duduk di kelas tiga SMA.
Karena sudah hampir ujian nasional seperti biasa sekolah mengadakan bimbingan
belajar tambahan yang di adakan di sekolahan. Ceritanya kegiatan bimbingan
belajar itu sudah usai. Karna rumah dan sekolah cukup jauh jadinya aku selalu
pulang pergi sekolah dan bimbel bersama sahabat ku yang rumahnya dekat dengan
ku. Sesudah mengambil motor dari parkiran kami berhenti di depan gapura
sekolah. Kami melihat teman – teman kami berlarian sambil teriak – teriak. Kami
berdua fikir ada yang berulang tahun jadi kami cuek saja. Saat sedang mo tancap
gas kami melihat dua ondel – ondel besar yang biasanya ada di pekan raya
Jakarta. Ondel – ondel itu seperti ingin menangkap teman – teman ku yang
berlarian. Karena panik dan takut tampa pikir panjang aku dan teman ku
meninggalkan motor ku di tengah jalan depan sekolah. Dan berlari masuk lagi ke
dalam sekolah untuk mengumpet di dalam ruang kelas. Aku tinggalkan motor ku
beserta kuncinya. Untung saja ada Pak satpam jadi selagi kami mengumpet pak
satpam menjaga kendaraan kami. Setelah kami rasa ondel – ondel kesurupan itu
sudah tidak ada. Kami keluar dan melihat banyak motor sekitar sepuluh motor
yang di parkir bebas di jalan raya depan sekolah.
Itu yang membuat ku
takut ondel – ondel sampai sekarang. Hal ini yang sejujurnya membuat ku tidak
pernah masuk pekan raya Jakarta….
konyol 2
Ini cerita yang
sejujurnya paling super duper memalukan dalam hidup aku. Berhubungan dengan
binatang. Di bagian ini aku akan cerita kan kejadian terkonyol yang berhubungan
dengan ayam, cicak, yuyu (kepiting kali) , capung dan laba – laba yang hampir menyerupai
tarantula.
Cerita pertama datang
dari :
AYAM
Aku terbiasa saat
lebaran pulang kampong alias mudik. Cerita ini saat aku masih kecil ya, masih
sekolah dasar kelas dua. Rumah nenek ku yang ku panggil Mbah banyak memiliki
peliharaan. Dari ayam , bebek, dan sapi. Ada kandang sapi di samping dapur dan
ayam yang sarangnya ada di samping pintu dapur. Saat mbah ku menyuruh ku untuk
mengambilkan endog yang bahasa Indonesia nya telur dengan gagahnya aku
mengambilkannya. Aku sebenernya nggak bisa bahasa Jawa tapi aku paham Mbah ku
menyuruh ku mengambilkan telur di dekat pintu dapur. Mbah ku nggak memperjelas
di bagian mana nya, dan dengan percaya dirinya aku mengmbil telur di sarang
ayam yang sedang mengeram. Langsung, deh… tangan ku di patok – patok ayam sambil
ayam nya teriak – teriak begini..
bekokkkk…bekookkkk…kokokokkkkk….bekokkk….
di tambah teriakan aku
aduh….. sakit…aduoh….sakit…….
Terus baru deh datang
bala bantuan Mbah dan Mama ku datang dan mengusir induk ayam dengan sapu sambil
menertawai ku. Kata mbah ku tadi belum sempet bilang telurnya ada di lemari
samping pintu dapur.. aku pikir yang masih di eremin…
Cerita ke dua :
YUYU
Ceritanya masih
tempatnya di kampong di rumah Mbah ku. Tapi aku udah agak besar ya sekitar SMP
tapi lupa kelas berapanya. Ni..jadi begini, rumah Mbah ku itu masih di kampong
banget. Kalo yang cerita ayam tadi masih tinggal di rumah lama. Kalo sekarang
di rumah yang baru. Dapurnya berdiri di atas kali dan tepat di belakang rumah
ada kali yang besar dengan batu – batu yang bwesar buanget segede rumah ada
juga.
Nah, waktu itu aku dan
sepupu ku berniat main mancing – mancingan. Dengan umpan ikan tongkol dan tali
kami mancing di kali bawah dapur. Kalinya jernih nggak kaya kali – kali di
Bekasi. Aku Cuma penyemangat aja, cz aku nggak bisa. Terus sepupu ku itu dapat
yuyu. Yuyu adalah sebutan untuk kepiting kecil di kali atau sungai. Yuyu nya
ada yang besar setengah telapak tangan ada juga yang hanya sebesar ibu jari.
Setelah dapat banyak di
tempatkan di ember. Sepupu ku mengajak uji coba dengan membakar beberapa yuyu
tersebut untuk di masak. Karena rumah Mbah ku masih memasak memakai kayu bakar
jadi mudah kami membakarnya dengan menyelipkan yuyu tersebut di sela – sela api
tungku. Nggak lama kami memasaknya dengan cara di bakar, setelah itu. Sepupuku
menyuruh ku untuk mencobanya. Awalnya aku tidak mau, tapi karena aku fikir
rasanya akan sama dengan kepiting yang biasanya aku makan. Akhirnya aku yang
memulai mencobanya duluan. Seketika itu aku langsung muntah – muntah… dan
menangis.. karena rasanya kaya danging kepiting busuk dan bau. Semenjak itu aku
nggak suka kepiting!
Cerita ke tiga :
CAPUNG
Ini cerita waktu aku
masih kecil. Aku sejujurnya juga sudah lupa karena udah hampir delapan belas
tahun. Waktu itu aku baru berumur dua tahunan. Aku tinggal di perumahan BTN,
dulu rumah – rumah masih pada baru di bangun.
Menurut cerita dari
mama ku, waktu itu siang hari dan seperti biasanya mama ku beres – beres rumah.
Aku anteng sekali di depan jendela rumah sambil memandangi keluar karena masih
banyak kambing yang sedang makanin pohon – pohon tetangga. Awalnya mama ku
fikir aku sedang melihat kambing makan tetapi perkiraan mama ku salah.
Ternyata aku malah yang
sedang menikmati makanan ku yang ku dapat sendiri. Aku memakan capung , katanya
yang tersisa hanya bagian kepala dan sayapnya saja. Terus mama ku buru – buru
memberi ku minum sambil bertanya di mana sisa capungnya. Dengan polosnya aku
hanya menjawab, “dah di emam” sambil membuka mulut ku….
Cerita ke empat :
LABA
– LABA
Ini ceritanya lagi –
lagi di kampung pas mudik. Rumah mbah ku belum di pasang plafon jadi kayu –
kayu penyangga genteng terlihat dari bawah. Waktu itu malam hari, di kamar itu
karena sedang liburan tidurnya satu kamar ramai – ramai. Di kamar depan
aku,mama,papa, dan adik ku. Di kamar sebelahnya ada bude ku, bu lek dan
anaknya, di ruang keluarga ada sepupu – sepupu ku yang laki – laki, dan di
kamar tengah ada mbah dan sepupuku yang paling kecil. Saat menjelang subuh saat
adzan subuh berkumandang aku teriak sekeras kerasnya karena ada laba – laba
yang besarnya se telapak tangan ku yang sedang menggrayangi wajah dan rambut
ku. Sontak, satu rumah ke bangun semua dan menuju kamar ku. Setelah lampu di
nyalakan terlihat se ekor laba – laba yang besar sedang pingsan karena di lempar
oleh orang tua ku…
Cerita ke lima :
Cicak
(tepatnya
Kotorannya Cicak)
Sebenarnya dan
sejujurnya ini adalah aib dan kejadian yang memalukan seumur hidup aku. Tapi
akan ku buka dengan seluas luasnya…
Karena masih rumah BTN
jadi belum di kramik masih plesteran yang di tutup alas karpet plastik tebal.
Aku masih ingat banget kejadian ini. Waktu itu sore hari sekitar jam tigaan.
Aku sambil mengendong boneka bayi ku aku makan donat dan bersandar di pintu
depan rumah. Karena mama ku sudah beres – beres rumah ya, udah nyapu dan
ngepel. Mama ku berkata “makannya jangan berantakan, udah beres – beres ni!”
Karena di geretak oleh
mama ku. Aku memakan donat itu secara perlahan. Tiba – tiba aku merasa ada
butiran coklat butir messes yang jatuh. Sontak aku mencarinya, dapatlah butiran
tersebut dengan cepat aku comot butiran yang kurasa coklat tersebut dan
langsung memasukkannya ke dalam mulut. Sontak… aku langsung ke kamar mandi
muntah – muntah dan mengelap lidah ku dengan baju dan boneka ku…
Yang ku rasa dalam
mulut adalah bau dan pahit. Ternyata aku baru saja merasakan nikmat nya tai
cicak bercampur donat… mama ku yang melihat tingkah laku aneh ku langsung
datang dan bertanya. “kenapa muntah – muntah?” aku menjawab dengan enek “habis
makan tai cicak!” sontak mama ku tertawa terbahak bahak sambil berkata
“enak??”lagian rakus!”….
Langganan:
Postingan (Atom)