Rabu, 13 Maret 2013

konyol 1



Ini seharusnya di simpan rapat – rapat di dalam buku deary dan nggak boleh ada yang baca. Cz ini cerita yang memalukan yang aku pernah alami. Jadi ini adalah semacam kumpulan cerita – cerita pendek dengan kejadian – kejadian yang memalukan…
Cerita pertama :
ONDEL – ONDEL

Sebenernya dari judulnya aja dah pasti paham,ya... So Pasti isinya tentang ondel – ondel. Sejujurnya aku takut ondel – ondel dari lahir dan mungkin sampai mati kali ya… cz sumpahhhh banyak kejadian yang membuat troma berkepanjangan dengan ondel – ondel.
Sewaktu kecil saat bermain bersama teman – teman main tak umpet. Aku nggak tau kalau ternyata teman – teman ku mengumpet bukan karna sedang bermain tapi sedang ngumpet ada ondel – ondel. Dan mereka mengumpet di rumah masing – masing. Saat aku dan dua orang temanku yang mengumpet bersama mengintip dari tempat persembunyian kami dengan percaya diri yang besar  lari menuju arah benteng agar tidak jaga. Tapi ternyata kami salah prediksi, hampir dekat ondel – ondel itu dengan kami. Kami berlarian pontang – panting lari menuju ruma masing – masing. Lucunya aku, aku langsung melepas sandal ku dan membawanya ke dalam rumah dan mengunci seluruh rumah ku. Dari pagar , pintu rumah dan jendela – jendela dan menutup hordain rumah ku agar ondel – ondel tidak datang kerumah ku dan tidak melihat ku yang bersembunyi di belakang pintu kamar tidur orang tua ku dengan mengendong sandal jepit di pelukan ku.
Cerita ondel – ondel yang kedua adalah saat aku sudah beranjak ABG saat aku duduk di kelas tiga SMA. Karena sudah hampir ujian nasional seperti biasa sekolah mengadakan bimbingan belajar tambahan yang di adakan di sekolahan. Ceritanya kegiatan bimbingan belajar itu sudah usai. Karna rumah dan sekolah cukup jauh jadinya aku selalu pulang pergi sekolah dan bimbel bersama sahabat ku yang rumahnya dekat dengan ku. Sesudah mengambil motor dari parkiran kami berhenti di depan gapura sekolah. Kami melihat teman – teman kami berlarian sambil teriak – teriak. Kami berdua fikir ada yang berulang tahun jadi kami cuek saja. Saat sedang mo tancap gas kami melihat dua ondel – ondel besar yang biasanya ada di pekan raya Jakarta. Ondel – ondel itu seperti ingin menangkap teman – teman ku yang berlarian. Karena panik dan takut tampa pikir panjang aku dan teman ku meninggalkan motor ku di tengah jalan depan sekolah. Dan berlari masuk lagi ke dalam sekolah untuk mengumpet di dalam ruang kelas. Aku tinggalkan motor ku beserta kuncinya. Untung saja ada Pak satpam jadi selagi kami mengumpet pak satpam menjaga kendaraan kami. Setelah kami rasa ondel – ondel kesurupan itu sudah tidak ada. Kami keluar dan melihat banyak motor sekitar sepuluh motor yang di parkir bebas di jalan raya depan sekolah.
Itu yang membuat ku takut ondel – ondel sampai sekarang. Hal ini yang sejujurnya membuat ku tidak pernah masuk pekan raya Jakarta….

konyol 2



Ini cerita yang sejujurnya paling super duper memalukan dalam hidup aku. Berhubungan dengan binatang. Di bagian ini aku akan cerita kan kejadian terkonyol yang berhubungan dengan ayam, cicak, yuyu (kepiting kali) , capung dan laba – laba yang hampir menyerupai tarantula.
Cerita pertama datang dari :
AYAM
Aku terbiasa saat lebaran pulang kampong alias mudik. Cerita ini saat aku masih kecil ya, masih sekolah dasar kelas dua. Rumah nenek ku yang ku panggil Mbah banyak memiliki peliharaan. Dari ayam , bebek, dan sapi. Ada kandang sapi di samping dapur dan ayam yang sarangnya ada di samping pintu dapur. Saat mbah ku menyuruh ku untuk mengambilkan endog yang bahasa Indonesia nya telur dengan gagahnya aku mengambilkannya. Aku sebenernya nggak bisa bahasa Jawa tapi aku paham Mbah ku menyuruh ku mengambilkan telur di dekat pintu dapur. Mbah ku nggak memperjelas di bagian mana nya, dan dengan percaya dirinya aku mengmbil telur di sarang ayam yang sedang mengeram. Langsung, deh… tangan ku di patok – patok ayam sambil ayam nya teriak – teriak begini..
            bekokkkk…bekookkkk…kokokokkkkk….bekokkk….
di tambah teriakan aku
            aduh….. sakit…aduoh….sakit…….
Terus baru deh datang bala bantuan Mbah dan Mama ku datang dan mengusir induk ayam dengan sapu sambil menertawai ku. Kata mbah ku tadi belum sempet bilang telurnya ada di lemari samping pintu dapur.. aku pikir yang masih di eremin…

Cerita ke dua :
YUYU
Ceritanya masih tempatnya di kampong di rumah Mbah ku. Tapi aku udah agak besar ya sekitar SMP tapi lupa kelas berapanya. Ni..jadi begini, rumah Mbah ku itu masih di kampong banget. Kalo yang cerita ayam tadi masih tinggal di rumah lama. Kalo sekarang di rumah yang baru. Dapurnya berdiri di atas kali dan tepat di belakang rumah ada kali yang besar dengan batu – batu yang bwesar buanget segede rumah ada juga.
Nah, waktu itu aku dan sepupu ku berniat main mancing – mancingan. Dengan umpan ikan tongkol dan tali kami mancing di kali bawah dapur. Kalinya jernih nggak kaya kali – kali di Bekasi. Aku Cuma penyemangat aja, cz aku nggak bisa. Terus sepupu ku itu dapat yuyu. Yuyu adalah sebutan untuk kepiting kecil di kali atau sungai. Yuyu nya ada yang besar setengah telapak tangan ada juga yang hanya sebesar ibu jari.
Setelah dapat banyak di tempatkan di ember. Sepupu ku mengajak uji coba dengan membakar beberapa yuyu tersebut untuk di masak. Karena rumah Mbah ku masih memasak memakai kayu bakar jadi mudah kami membakarnya dengan menyelipkan yuyu tersebut di sela – sela api tungku. Nggak lama kami memasaknya dengan cara di bakar, setelah itu. Sepupuku menyuruh ku untuk mencobanya. Awalnya aku tidak mau, tapi karena aku fikir rasanya akan sama dengan kepiting yang biasanya aku makan. Akhirnya aku yang memulai mencobanya duluan. Seketika itu aku langsung muntah – muntah… dan menangis.. karena rasanya kaya danging kepiting busuk dan bau. Semenjak itu aku nggak suka kepiting!

Cerita ke tiga :
CAPUNG
Ini cerita waktu aku masih kecil. Aku sejujurnya juga sudah lupa karena udah hampir delapan belas tahun. Waktu itu aku baru berumur dua tahunan. Aku tinggal di perumahan BTN, dulu rumah – rumah masih pada baru di bangun.
Menurut cerita dari mama ku, waktu itu siang hari dan seperti biasanya mama ku beres – beres rumah. Aku anteng sekali di depan jendela rumah sambil memandangi keluar karena masih banyak kambing yang sedang makanin pohon – pohon tetangga. Awalnya mama ku fikir aku sedang melihat kambing makan tetapi perkiraan mama ku salah.
Ternyata aku malah yang sedang menikmati makanan ku yang ku dapat sendiri. Aku memakan capung , katanya yang tersisa hanya bagian kepala dan sayapnya saja. Terus mama ku buru – buru memberi ku minum sambil bertanya di mana sisa capungnya. Dengan polosnya aku hanya menjawab, “dah di emam” sambil membuka mulut ku….

Cerita ke empat :
LABA – LABA
Ini ceritanya lagi – lagi di kampung pas mudik. Rumah mbah ku belum di pasang plafon jadi kayu – kayu penyangga genteng terlihat dari bawah. Waktu itu malam hari, di kamar itu karena sedang liburan tidurnya satu kamar ramai – ramai. Di kamar depan aku,mama,papa, dan adik ku. Di kamar sebelahnya ada bude ku, bu lek dan anaknya, di ruang keluarga ada sepupu – sepupu ku yang laki – laki, dan di kamar tengah ada mbah dan sepupuku yang paling kecil. Saat menjelang subuh saat adzan subuh berkumandang aku teriak sekeras kerasnya karena ada laba – laba yang besarnya se telapak tangan ku yang sedang menggrayangi wajah dan rambut ku. Sontak, satu rumah ke bangun semua dan menuju kamar ku. Setelah lampu di nyalakan terlihat se ekor laba – laba yang besar sedang pingsan karena di lempar oleh orang tua ku…
Cerita ke lima :
Cicak
(tepatnya Kotorannya Cicak)
Sebenarnya dan sejujurnya ini adalah aib dan kejadian yang memalukan seumur hidup aku. Tapi akan ku buka dengan seluas luasnya…
Karena masih rumah BTN jadi belum di kramik masih plesteran yang di tutup alas karpet plastik tebal. Aku masih ingat banget kejadian ini. Waktu itu sore hari sekitar jam tigaan. Aku sambil mengendong boneka bayi ku aku makan donat dan bersandar di pintu depan rumah. Karena mama ku sudah beres – beres rumah ya, udah nyapu dan ngepel. Mama ku berkata “makannya jangan berantakan, udah beres – beres ni!”
Karena di geretak oleh mama ku. Aku memakan donat itu secara perlahan. Tiba – tiba aku merasa ada butiran coklat butir messes yang jatuh. Sontak aku mencarinya, dapatlah butiran tersebut dengan cepat aku comot butiran yang kurasa coklat tersebut dan langsung memasukkannya ke dalam mulut. Sontak… aku langsung ke kamar mandi muntah – muntah dan mengelap lidah ku dengan baju dan boneka ku…
Yang ku rasa dalam mulut adalah bau dan pahit. Ternyata aku baru saja merasakan nikmat nya tai cicak bercampur donat… mama ku yang melihat tingkah laku aneh ku langsung datang dan bertanya. “kenapa muntah – muntah?” aku menjawab dengan enek “habis makan tai cicak!” sontak mama ku tertawa terbahak bahak sambil berkata “enak??”lagian rakus!”….



if clause



 If clause

If I am sleep late , I will overlate
If I am late , I will be late exam
If I am late exam , I will get a bad value
If I am have a bad schore , I will repeat the grade
If I am repeat a class , I will be very sad
If I am very sad , I will not hungry
If I am not hungry , I will be sick

Artinya

Jika saya tidur larut malam , saya akan terlambat
Jika saya terlambat , saya akan telat ujian
Jika saya telat ujian , saya akan mendapat nilai yang jelek
Jika saya mempunyai nilai jelek , saya akan mengulang tingkatan
Jika saya mengulang kelas , saya akan sangat sedih
Jika saya sangat sedih , saya tidak akan merasa lapar
Jika saya tidak merasa lapar , saya akan sakit

if clause




  If clause


If I am sleep late , I will overlate
If I am late , I will be late exam
If I am late exam , I will get a bad value
If I am have a bad schore , I will repeat the grade
If I am repeat a class , I will be very sad
If I am very sad , I will not hungry
If I am not hungry , I will be sick

Artinya

Jika saya tidur larut malam , saya akan terlambat
Jika saya terlambat , saya akan telat ujian
Jika saya telat ujian , saya akan mendapat nilai yang jelek
Jika saya mempunyai nilai jelek , saya akan mengulang tingkatan
Jika saya mengulang kelas , saya akan sangat sedih
Jika saya sangat sedih , saya tidak akan merasa lapar
Jika saya tidak merasa lapar , saya akan sakit